3 Januari 2010 - 20:30

Mayoritas Syiah yang menduduki jabatan penting di pemerintahan baru Irak telah membangkitkan kekecewaan dan kemarahan kerajaan Arab Saudi. Lebih dari 40 tahanan Irak dan Syiah mendapat hukuman mati di Arab Saudi.

Menurut Kantor Berita ABNA, Arab Saudi yang beberapa tahun lalu menorehkan catatan hitam dengan memenjarakan dan menghukum mati warga Irak, sekali lagi tahun ini kembali melakukan hal yang sama. Kali ini 40 warga Irak yang tidak bersalah dijatuhi hukuman mati sehingga membangkitkan protes besar-besaran.

Kemenangan kubu Syiah menduduki banyak jabatan penting dalam pemerintahan baru termasuk dalam kementerian Irak dan kegagalan Arab Saudi turut campur dalam pembentukan pemerintahan baru tersebut menimbulkan kekecewaan pihak berkuasa di negeri Wahabi tersebut, bahkan melepaskan kemarahan mereka dengan menghukum mati 40 warga Irak dan sebagian besar diantaranya tanpa melalui prosedur hukum sama sekali.

Para tahanan tersebut mendapatkan hukuman pancung di depan khalayak ramai. Tindakan kerajaan Arab Saudi ini menyalahi aturan internasional mengenai hak tahanan, sebab mereka tidak diberi hak sama sekali untuk melakukan pembelaan. Bahkan keluarga mereka tidak diizinkan untuk melihat langsung proses penghukuman, begitu juga menghalangi kedatangan wakil resmi pemerintah Irak. Tindakan biadab Arab Saudi ini mendapat protes keras oleh pemerintah dan warga Irak begitu juga beberepa Negara lainnya.

Muhammad Syiya' as-Sudani, menteri hak asasi manusia Irak mengecam tindakan Arab Saudi menghukum pancung terhadap 40 warga Irak tanpa sebab dan menyalahi prosedur hukum yang berlaku. Beliau berkata, "Irak telah menyatakan kecaman terhadap hukuman mati atas warga Irak meskipun ia diputuskan oleh mahkamah. Perkara ini akan dibawa ke mahkamah internasional sehingga penghukuman dan pelaksanaan seperti ini dihentikan".

Wakil Majlis Iraq Muhsin al-Adib turut memaklumkan, "Parlemen negara ini menuntut agar tindakan biadab Arab Saudi atas tahanan Irak diusut sampai keakar-akarnya, dan kami menuntut keadilan."

Sikap Keluarga Tahanan

Keluarga Saki Baki tahanan Irak yang masih di penjara Arab Saudi merasa bimbang dan memohon kerajaan Irak berusaha membebaskan keluarga tercinta mereka dari penjara Arab Saudi.

Warga Irak yang tertangkap kemudian dipenjara oleh pihak berwenang Arab Saudi karena berbagai sebab, seperti berdagang tanpa izin, mencari suaka dan menunaikan haji tanpa izin.  

Keterangan Gambar:

Warga Irak di Inggris: Kami mengecam pemancungan kepala warga Irak dan aksi tidak berperi kemanusiaan di Arab Saudi.